Bahaya Sisa Akar Ditumpuk dengan Bridge!

Bahaya Sisa Akar Ditumpuk dengan Bridge, Jangan Dianggap Sepele!

Sisa akar terjadi ketika bagian mahkota gigi sudah rusak atau patah, tetapi akarnya masih tertinggal di dalam gusi atau tulang rahang. Penyebabnya bisa bermacam-macam, mulai dari gigi berlubang parah, benturan, sampai kerusakan gigi yang dibiarkan terlalu lama.

Masalahnya, bagian yang tersisa ini sering kali dianggap tidak berbahaya karena nggak kelihatan saat tersenyum. Padahal, kalau kondisinya sudah terinfeksi atau mengalami kerusakan berat, akar yang tertinggal bisa menimbulkan masalah serius.

Salah satu hal yang perlu diwaspadai adalah ketika sisa akar langsung ditutup atau disamarkan menggunakan bridge tanpa pemeriksaan dan penanganan yang tepat.

Apa Itu Bridge Gigi?

Bridge gigi adalah gigi tiruan cekat yang digunakan untuk menggantikan satu atau beberapa gigi yang hilang. Alat ini biasanya ditopang oleh gigi asli di sebelah area kosong atau menggunakan penyangga lain sesuai kondisi pasien.

Bridge bisa membantu mengembalikan fungsi mengunyah dan membuat senyum terlihat lebih rapi. Namun, pemasangannya harus direncanakan berdasarkan kondisi gigi, gusi, dan tulang penyangga.

Perlu diingat, bridge bukan alat untuk menyembuhkan akar gigi yang rusak. Jadi, kalau masih ada bagian akar yang bermasalah, memasang bridge begitu saja bukan solusi yang tepat.

Bahaya Sisa Akar Ditutup dengan Bridge

Menutup bagian gigi yang rusak memang mungkin membuat tampilan gigi terlihat lebih bagus. Namun, kalau ada akar yang bermasalah dan belum ditangani, beberapa risiko berikut bisa terjadi.

1. Infeksi Bisa Makin Parah
Sisa akar yang sudah terinfeksi dapat menjadi sumber bakteri. Kalau infeksi berkembang, jaringan di sekitar akar bisa ikut terdampak dan membentuk abses atau kumpulan nanah.

Gejalanya bisa berupa sakit gigi, gusi bengkak, muncul benjolan bernanah, hingga wajah membengkak. Namun, infeksi juga bisa terjadi tanpa rasa sakit yang jelas.

Memasang bridge tidak otomatis menghilangkan sumber infeksi tersebut. Karena itu, kondisi akarnya harus diperiksa dan ditangani terlebih dahulu.

infeksi sisa akar gigi

2. Gusi Bisa Bengkak dan Meradang
Akar yang rusak atau terinfeksi dapat memicu peradangan pada jaringan di sekitarnya. Akibatnya, gusi bisa terasa nyeri, kemerahan, atau membengkak.

Selain itu, desain bridge yang kurang sesuai atau sulit dibersihkan bisa membuat sisa makanan dan plak menumpuk di sekitar gusi. Hal ini dapat memperburuk peradangan dan meningkatkan risiko penyakit gusi.

3. Tulang Rahang Bisa Ikut Terdampak
Infeksi yang berasal dari akar gigi dapat menyebar ke jaringan di sekitarnya, termasuk tulang yang menopang gigi. Jika berlangsung lama, kerusakan tulang bisa terjadi. Dampaknya bukan cuma rasa nggak nyaman. Kondisi tulang dan gusi yang berubah juga dapat mempersulit perawatan gigi tiruan di kemudian hari.

4. Bau Mulut dan Rasa Nggak Nyaman
Area yang terinfeksi atau sulit dibersihkan bisa menjadi tempat berkumpulnya bakteri dan sisa makanan. Kondisi ini dapat menyebabkan bau mulut, rasa tidak enak di mulut, atau keluarnya cairan dari area yang bermasalah. Kalau bridge sudah terpasang, membersihkan area di bawah dan sekitar gigi tiruan mungkin membutuhkan teknik khusus. Jadi, kebersihan mulut tetap harus diperhatikan setiap hari.

5. Bridge Bisa Bermasalah
Bridge yang dibuat tanpa mempertimbangkan kondisi jaringan penyangga berisiko mengalami masalah, misalnya menjadi longgar, sulit dibersihkan, atau menimbulkan iritasi pada gusi.

Kalau infeksi atau kerusakan jaringan terus berlangsung, perawatan tambahan mungkin dibutuhkan. Dalam kondisi tertentu, bridge juga perlu diperbaiki atau diganti.

Artinya, mencoba menutupi masalah tanpa mengatasi penyebabnya justru berpotensi membuat perawatan menjadi lebih rumit.

Apakah Semua Sisa Akar Harus Dicabut Sebelum Pasang Bridge?

Jawabannya, tergantung kondisi akar dan rencana perawatannya.

Dokter gigi perlu memeriksa apakah akar tersebut masih bisa dipertahankan, apakah ada infeksi, dan apakah jaringan di sekitarnya masih sehat. Pemeriksaan rontgen mungkin diperlukan untuk melihat kondisi akar dan tulang rahang.

Kalau akar sudah rusak parah atau menjadi sumber infeksi, pencabutan perlu dilakukan sebelum membuat gigi tiruan. Namun, tidak semua akar harus langsung dicabut. Pada kasus tertentu, bagian akar masih mungkin dipertahankan jika kondisinya memungkinkan dan ada alasan klinis yang mendukung.

Yang penting, keputusan tersebut harus berdasarkan pemeriksaan dokter gigi, bukan sekadar supaya bridge bisa cepat dipasang.

Untuk konsultasi dengan dokter kami boleh chat admin WA kami ya peeps di [0822-2889-9730]. Untuk melihat melihat promo lainnya [disini] ya peeps!

Rekomendasi Klinik Gigi Terdekat​

Berikut daftar alamat Klinik Gigi Q Dent Smile terdekat di sekitarmu jika ingin berkonsultasi dengan dokter gigi kita

  1. Q Dent Smile Bekasi
    Kunjungi dokter gigi terdekat di Bekasi untuk konsultasi perawatan behel dan perawatan gigi yang lainnya.
    Alamat : Ruko JMM No. 4, Bintara Jaya, Bekasi
    Lokasi Dekat dengan: Stasiun KRL Cakung dan Tol Jorr
    Google Maps: https://g.co/kgs/da3qrE
  2. Q Dent Smile Depok
    Cari dental gigi terdekat di depok? Yuk kunjungi Q Dent Smile Depok dan dapatkan promo behel
    Alamat : Jl. Ridwan Rais No. 4D, Kecamatan Beji, Depok
    Lokasi Dekat dengan: Stasiun commuter line Depok Baru
    Google Maps: https://g.co/kgs/w34z7i

Leave a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Scroll to Top

Subscribe Our Newsletter!